Porak poranda sudah, tak ada yang tersisa. Menangis lah, niscaya tak ada seorang pun peduli, lagi. Bahkan tulisan konyol mu ini tak berati apa-apa. Tak ada yg membaca, tak ada yang seksama. Sirna, bersama usaha mu menarik simpatisan belaka. Tak ada seorang pun lagi di dunia ini yang ingin mengasihani manusia seperti mu. Seakan-akan menjadi orang yang tidak ingin perhatian, padahal orang yang paling haus kasih sayang dan pengertian. Berlindung di balik kata-kata, aku Mati Sendiri.
Kini semua semakin menyiksa bukan? Kau yang terkesan sok kuat, berubah menjadi mahkluk sekarat. Kau tak ingin di dekati, tapi takut Mati Sendiri. Sudah cukup melarikan diri, menghibur hati dan menunda mati, kini saat nya berdiri, berlari dan realisasi kan mimpi. Sudah tak punya Mimpi? atau terlalu basi? Baik, mari buat lagi, cari lebih teliti, ulang sampai jadi, sampai saat waktu berhenti, lalu mati, pastikan kau tak lagi sendiri, tak lagi merasa sepi.
Yogyakarta, 16 Juli 2021
~ Koko
0 comments:
Post a Comment