Saturday, 15 February 2020

Malas Menulis

Kali ini bukan puisi atau sajak. Hanya sebuah tulisan spontan yang secara ajaib ingin ditulis saja. Mungkin ikut-ikutan seperti biasa nya. Karena sedang asik menikmati berbagai buku bekas yang baru-baru ini ku borong, jadi ada hasrat ingin menulis lagi. Mungkin seminggu lagi sudah bosan seperti yang sudah-sudah. Konsistensi memang lah kawan ku sejak entah kapan.

Kata para motivator ternama, kita membutuhkan sebuah escaping tersendiri untuk meluapkan kegelisahan. Mungkin menulis dan buku adalah cara ku. Tapi, aku malas sekali menulis, meskipun terlampau banyak sekali hal di otak ku yang ingin ku tulis kan. Dulu, buku catatan ku penuh dengan tulisan-tulisan tak jelas. Dan dengan lugu nya ku beri label Deathnote pada buku tersebut. Aneh memang. Teramat aneh. Sebuah catatan ke-alay-an ku semasa kuliah dulu, dan, bersama Dia.

Hari ini, lagi-lagi buku bekas murah ku beli. Sabtu bersama Bapak -nya Aditya Mulya dan Notasi milik Morra Quatro. Aku tak begitu tahu tentang mereka. Terlebih lagi tentang Morra Quatro. Sebenernya aku hanya tertarik dengan Sabtu besama Bapak, walaupun sebenarnya sudah ku tonton film nya. Film nya sangatlah menarik, itulah yang membuat ku menginginkan buku itu. Dan, konyol nya, Aditya Mulya juga lah yang menulis buku Jomblo yang tentu sudah ku lihat film nya berkali-kali. Film yang sangat luar biasa menurutku. Dasar payah, kemana saja kau selama ini, sampai tidak tahu menahu mengenai ini.

Sudah ah, aku sedang malas menulis. Tercipta 3 pragraf hari ini, dan menuju paragraf ke 4. Lumayan juga untuk seseorang yang sedang malas menulis. Jika suatu saat nanti takdir membawa mu membaca tulisan ku ini, entah dengan cara apapun Tuhan melakukannya, aku ingin mengucapkan 1 kata. Terima Kasih. Karena tulisan sampah ku bisa kamu baca dengan penarasan, atau mungkin tidak. Eh, tapi btw, Terima kasih kan 2 kata yak. ewm,, sudah lah, bye.

~ Koko
Share: