Ingat ya, hidup mu ini berarti. Yah, walau munhkin bukan untuk dirimu sendiri. Kaki mu bisa saja kau kasih ke penjual sop sapi, mana tau mereka butuh tambahan urat-urat nadi di balik kulit bersisik mu. Atau, mungkin usus dua belas jari mu, mana tau anak-anak desa penari butuh tali untuk di jadikan aksesori penganti. Atau, mata mu, mata coklat yang tak memiliki aura positif sama sekali itu, mana tau bapak-bapak global elite di gedung sana butuh bola golf organik. Apapun itu, tetap lah hidup, karena mati, tidak akan membuat mu lebih berarti.
Yogyakarta, 13 Maret 2022
~ Koko
0 comments:
Post a Comment