Friday, 13 May 2022

Memarahi Si Penggigau

Woii, penggigau. Mikir apa kau! Tak cukup kah hari-hari paling tidak memukau milik mu itu meracuni seisi pulau? Kisah masa lampau mu itu sama sekali tak menarik untuk di kicaukan. Sudah, pendam saja di ujung dasar danau atau kau lemparkan saja di kawah gunung Krakatoa.

Ingat ya, hidup mu ini berarti. Yah, walau munhkin bukan untuk dirimu sendiri. Kaki mu bisa saja kau kasih ke penjual sop sapi, mana tau mereka butuh tambahan urat-urat nadi di balik kulit bersisik mu. Atau, mungkin usus dua belas jari mu, mana tau anak-anak desa penari butuh tali untuk di jadikan aksesori penganti. Atau, mata mu, mata coklat yang tak memiliki aura positif sama sekali itu, mana tau bapak-bapak global elite di gedung sana butuh bola golf organik. Apapun itu, tetap lah hidup, karena mati, tidak akan membuat mu lebih berarti. 


Yogyakarta, 13 Maret 2022
~ Koko
Share:

Thursday, 12 May 2022

Bukan Lagi

Tak tertidur lagi ? 
Tak mau mati, lagi ?
Tak tahu mau apa lagi, tak ingin seperti dulu lagi.
Lagi-lagi begini lagi.
Merencana lagi, meninggi mimpi lagi.
Kata terlanjur berbunyi, wajib terpenuhi.
Easy, diri ini tak mudah alergi, meski pernah terinfeksi berkali-kali.
Jiwa ini sudah terlampau sakti, anti segala bentuk anarki dan caci maki.
Mari rusak doktrin tak berati dari si biang keladi.
Tunjukan pada seluruh penghuni bumi, akulah yang memegang kendali.

Bukan lagi, !


Yogyakarta, 13 Mei 2022
~ Koko
Share: