Woii, penggigau. Mikir apa kau! Tak cukup kah hari-hari paling tidak memukau milik mu itu meracuni seisi pulau? Kisah masa lampau mu itu sama sekali tak menarik untuk di kicaukan. Sudah, pendam saja di ujung dasar danau atau kau lemparkan saja di kawah gunung Krakatoa.
Ingat ya, hidup mu ini berarti. Yah, walau munhkin bukan untuk dirimu sendiri. Kaki mu bisa saja kau kasih ke penjual sop sapi, mana tau mereka butuh tambahan urat-urat nadi di balik kulit bersisik mu. Atau, mungkin usus dua belas jari mu, mana tau anak-anak desa penari butuh tali untuk di jadikan aksesori penganti. Atau, mata mu, mata coklat yang tak memiliki aura positif sama sekali itu, mana tau bapak-bapak global elite di gedung sana butuh bola golf organik. Apapun itu, tetap lah hidup, karena mati, tidak akan membuat mu lebih berarti.
Yogyakarta, 13 Maret 2022
~ Koko