Rasa nya sama-sama sakit. Meski rasa nya sedikit berbeda, mungkin tempat nya berbeda.
Malam ini, ku push kembali cerita "Takdir ?" Yg sempat ku sembunyi kan. Ah sial, ga bisa rubah tanggal, seperti ku tak bisa memutar waktu yg tertinggal.
Aku harus apa Tuhan? Duduk terbaring bak menunggu mangsa, seperti laba-laba, atau undur-undur. Padahal aku sudah tau bakal terlambat, dan dengan sok bijak bakal merelakan tempat dia berpijak.
Kini dia telah beranjak, tanpa penjelasan yg memuaskan benak.
Apakah karma ini berbalik kepada ku? Menjadi tokoh paling jahat di cerita rakyat ini? Ketika semua penonton mengira aku adalah character paling terkasihani, menjelma menjadi tokoh paling di benci dan dicaci maki tanpa henti, kini sendiri.
Pesan terakhir ku telah terkirim pasti, mengharapkan balasan meski hanya sebatas mimpi. Lalu, jika tak ada jawaban, bukan kah itu berbanding terbalik dengan mimpi yg kau anggap pertanda hati? Apakah begitu cara kerja sholat istiqoroh, memberi jawaban yg salah, agar memilih yang benar?
Kurasa, kali ini berbeda dg waktu itu. Kini, bertemu dg nya, sdh di tinggat yg sesulit bertemu dengan dia yg lama. Rasa-rasa nya, kali ini justru dia berada di tempat terjauh nya, lebih jauh dari dia yang lama. Sangat-sangat jauh,.
0 comments:
Post a Comment