Monday, 18 June 2012

Perjalanan yang benar-benar sangat Panjang

Perjalanan yang benar-benar sangat Panjang

Enggan mata tuk terpejam.
Menghindari habisnya malam.
Tertutup sudah, terasa kelam.
Dan nirwana pun hanya terdiam.

Apakah akan berakhir seperti ini?
Apakah lagi-lagi aku menyepi?
Apakah akan sama dengan kini?
Apakah aku tak mampu menjemput mimpi?

Sekujur tubuhku benar-benar lemas.
Melihat mereka dengan kepala keras.
Tersedak oleh ego yang tak berbalas.
Menahan diri agar tak keluar batas.

Aku terpanah luka dari masa lalu
Tertatih dengan separuh hati baru.
Ingin sekali membakar pilu itu.
Kuremukan hingga tak menentu.

Namun, aku tak berdaya seperti bayi.
Menangisi ketakutan tak berarti.
Berlindung dibawah ketiak sang pemimpi.
Dan parahnya aku berlagak pemberani.

Menghela nafas yang teramat panjang.
Memasang kuda-kuda siap terbang.
Dan Aku ingin sekali menang.
Namun, keadaan tak ijinkan aku perang.

Sepertinya juga semua tak restu.
Semua tak berjalan sesuai buku.
Aku tak tahu apa maksud-MU.
Memisahkan harapan yang belum padu.

Aku tak akan menahan.
Membiarkan tuntutan sang komandan.
Yang harus memisahkan kenangan dan harapan.
Aku hanya bisa terseyum merelakan.

Sekarang hanya meratap pilu.
Melukis tanpa tinta warna ungu.
Ucapan perpisahan mengharu sendu.
Dan akhirnya sang burungpun tetap melaju.

Aku menyendiri lagi nih?
Setelah sekian lama, akhirnya malah perih.
Apa ini artinya aku diminta untuk beralih?
Jujur, aku tak akan beralih dan tetap berdiri gigih.

Sampai saatnya tiba,
Aku akan terus merapatkan mata,
Menutup hati untuk segala rasa,
Hingga aku benar-benar sudah tak bernyawa,

Aku hanya punya satu pintu.
Aku hanya punya kunci satu.
Aku hanya punya satu rindu.
Dan kuharap itu kamu.


Yogyakarta 18 Juni 2012 @Perpustakaan STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
Share:

0 comments:

Post a Comment